Inkubasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Ala Technopark

Inkubasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Ala Technopark

1164

Pengertian Technopark

SMEIndonesia.org – Technology Park atau Science Park adalah sebuah kawasan bangunan yang diperuntukan untuk melakukan penelitian & pengembangan sains dan teknologi berdasarkan kepentingan bisnis.

Berbeda dengan industrial park dan business park, kegiatan bisnis dan organisasi di Techno Park lebih fokus kepada pengembangan produk dan inovasi sedangkan industrial park focus kepada manufaktur dan business park focus kepada administrasi.

Technopark bisa diartikan sebagai sebuah kawasan (daerah) dimana teknologi ditampilkan (diperagakan), dikembangan, dan dikomersialisasikan.

Technopark biasanya didorong oleh Pemerintah Daerah, dalam rangka menarik perusahaan baru ke kota-kota, dan untuk memperluas basis pajak dan kesempatan kerja untuk warga. Pajak tanah dan pajak lain biasanya dibebaskan atau dikurangi untuk beberapa tahun, dalam rangka menarik perusahaan-perusahaan baru untuk beroperasi di dalam technopark.

ICT Technopark

Dengan demikian ICT Techno Park dapat didefinisikan sebagai kawasan yang diperuntukan bagi penelitian dan pengembangan Teknologi Informasi Komunikasi (Information Communication Technology) yang berperan mendorong komersialisasi hasil penelitian dan pengembangan TIK tersebut.

technopark3_2Di dalam sebuah kawasan ICT Techno Park harus terdapat beberapa fasilitas kegiatan dibidang Teknologi Informasi Komunikasi, seperti terdapatnya fasilitas e-biz hub, Internet Data Center & Data Recovery Center, ICT Research & Development Center, ICT Training Center, ICT Convention & Exhibition Center, Software House Center, Office Center, dan ICT Center lainnya.

Selain itu, ICT Techno Park juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti pusat rekreasi berbasis ICT, bank, restoran, fasilitas hiburan dan olah raga.

Sebuah ICT Techno Park harus dapat bekerja sama secara baik antara sektor swasta dengan pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, serta sektor keuangan, khususnya dalam merencanakan, mengembangkan, sekaligus mengintegrasikan bangunan komersil yang ada dalam kawasan ICT Techno Park.

Sejarah Singkat Technopark

Pengembangan inovasi dan implementasi, technopark mulai muncul di Amerika Serikat pada awal 1950-an, ketika sebuah research park didirikan di Stanford University, California. Universitas memanfaatkan lahan kosong miliknya.

Tanah dan ruangan disewakan kepada usaha kecil dan perusahaan milik negara, yang berkembang mengerjakan pesanan kebutuhan militer pemerintah federal. Untuk itu  mereka menempatkan sumber daya ilmiah departemen berteknologi tinggi mereka di wilayah research park.

Perusahaan penyewa memiliki hubungan bisnis yang erat dengan universitas.Butuh waktu tiga puluh tahun untuk menyelesaikan pembangunan, untuk membentuk infrastruktur dan menyewa semua tanah bebas dari research park. Proyek ini ternyata menjadi berlarut-larut dan membutuhkan banyak kesabaran dan ketekunan.

Namun sebagai hasilnya, research park ini memiliki kelebihan dari yang lain oleh prestasi yang fenomenal dalam pengembangan industri berbasis ilmu pengetahuan. Research park ini adalah tempat asal dari Hewlett Packard dan Polaroid, yang menjadi perusahaan terkenal di dunia saat ini. Research park ini pula yang menumbuhkan Silicon Valley yang terkenal.

Kontribusi technoparks terhadap ekonomi Amerika Serikat diperhatikan dan didukung oleh pemerintah, yang mendorong  pembangunan mereka. Pada 1980-an, technoparks mulai muncul satu per satu di Amerika Serikat, dan pada akhir abad ke-20 jumlahnya mencapai lebih dari 160 buah (sekitar 30 persen dari total jumlah technoparks di seluruh dunia).

Fungsi technopark sebagai  “inkubator bisnis teknologi ” mulai didirikan di dalam technoparks dengan jumlah yang semakin meningkat. Inkubator ini menawarkan tempat produksi dan beberapa layanan yang menjanjikan bagi pengusaha, serta membantu menjalin kontak dengan universitas lokal atau pusat penelitian, demikian juga dengan bantuan keuangan.

Di Eropa, technoparks mulai muncul pada awal tahun 1960 dengan berdirinya Sophia Antipolis (Perancis). Mereka menggunakan model awal technopark Amerika yang memiliki pendiri tunggal dan terfokus pada menyewakan tanah dan ruangan untuk perusahaan berbasis ilmu pengetahuan.Di Asia technopark diawali dengan berdirinya Tsukuba Science City di Jepang di tahun 1970, dimana sekarang Jepang memiliki 111 Technopark. Disusul oleh Cina yang mulai di tahun1980 dan sekarang sudah memiliki 100 technopark.

Pada tahun 1990, Komite Pendidikan Masyarakat Negara Uni Soviet meluncurkan program untuk menciptakan dan mengembangkan technoparks. Program ini kemudian dikelola oleh Kementrian Pendidikan.  Awal 1990-an terlihat gelombang awal pendirian bangunan technoparks di Rusia. Sebagian besar dari mereka didirikan di perguruan tinggi. Technoparks ini tidak memiliki infrastruktur yang sudah berkembang, property tetap, atau tim manajer yang terampil.

Sesuai aturan, yang ada mereka diciptakan dan dipandang sebagai salah satu departemen pada perguruan tinggi. Dalam kebanyakan kasus, mereka gagal untuk berfungsi sebagai sistem efektif yang memulai, membuat dan mempromosikan bisnis inovasi kecil. Saat ini, dengan lebih dari 60 technopark yang beroperasi di 35 daerah, Rusia menempati urutan kelima di dunia.

Sejarah technopark di India diawali dengan pendirian IT technopark di Trivandrum, Kerala, pada tahun 1995. Technopark ini telah berkembang menjadi IT Park yang terbesar di India dan ketiga terbesar di Asia dan merupakan rumah bagi raksasa perusahaan multinasional seperti Infosys, TCS , Ernst & Young, IBS Software Services, UST Global, HCL Infosystems dll; mempekerjakan sekitar 30.000 orang di hampir 170 perusahaan.

Di Malaysia, gagasan tentang sebuah kota bertema TI, Cyberjaya, muncul dari sebuah studi oleh konsultan manajemen McKinsey untuk Multimedia Super Corridor yang ditugaskan oleh Pemerintah Federal Malaysia pada tahun 1995. Sebagai katalisnya  adalah perjanjian dengan NTT pada tahun 1996 untuk menempatkan pusat R & D di Malaysia. Peresmiannya dilakukan oleh Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad pada tahun 1997.

Sedangkan di Singapura pendirian technopark diawali pada akhir 1999, Technopark  Chai Chee menjadi pusat teknologi khusus yang dikembangkan untuk perusahaan elektronik, sektor telekomunikasi dan teknologi informasi.

Perusahaan Hi-tech dan e-bisnis memerlukan lokasi yang ideal dan lingkungan yang menunjang untuk berkembang. Lingkungannya yang menyerupai kampus dan hijau sangat kondusif bagi kreativitas dan inovasi.

Selain dilengkapi dengan saran pendukung lain, Technopark Chai Chee menyediakan e-biz hub yaitu suatu jaringan telekomunikasi maju yang menyediakan layanan jasa “broadband multimedia” ke seluruh Singapura.

Bagaimana pergerakan Technopark di Indonesia? Silahkan hubungi kami : contact@smeindonesia.org

Comments

comments