Membangun Reputasi UKM Di Era Digital, Ini Langkahnya

Membangun Reputasi UKM Di Era Digital, Ini Langkahnya

281
UKM ditengah era digital

SMEIndonesia.org – Reputasi bisnis penting untuk kelangsungan hidup sebuah Perusahaan. Kepercayaan dan keyakinan konsumen  memiliki efek langsung dan mendalam pada bottom line perusahaan yaitu meraih keuntungan dan value Perusahaan di Pasar.

Di masa lalu, bisnis berkembang dari  mulut ke mulut oleh para pemangku kepentingan dalam rangka membangun dan mempertahankan reputasi mereka. Di zaman modern ini dengan adanya jejaring sosial, situs, dan metode komunikasi instan, Perusahaan harus teliti menjaga reputasi mereka secara konstan dan responsif terhadap berbagai hal yang membawa dampak reputasi mereka.

Memiliki reputasi yang baik bisa mendapatkan keuntungan bagi business dalam banyak hal, dan bisa dilakukan dengan banyak cara termasuk: preferensi konsumen (menekuni segment tertentu) ; dukungan untuk sebuah movement yang baik dan memberikan nilai / value / arti penting keberadaan masa depan perusahaan di pasar.

Sebuah studi di Amerika menunjukkan ada sepuluh komponen utama reputasi organisasi yang digunakan dalam sistem pengukuran sebuah reputasi yaitu:

  1. Etika: organisasi berperilaku etis, sangat mengagumkan, adalah patut dihormati, dan dipercaya.
  2. Karyawan / tempat kerja: organisasi memiliki karyawan berbakat, memperlakukan orang dengan baik, dan merupakan tempat kerja menarik.
  3. Kinerja keuangan: organisasi secara finansial kuat, memiliki catatan profitabilitas, dan memiliki prospek pertumbuhan.
  4. Kepemimpinan: organisasi adalah pemimpin bukan pengikut, dan inovatif.
  5. Manajemen: organisasi dikelola dengan baik, memiliki manajemen kualitas tinggi, dan memiliki visi yang jelas untuk masa depan.
  6. Tanggung jawab sosial: organisasi mengakui tanggung jawab sosial, dan mendukung tujuan yang baik.
  7. Fokus pelanggan: organisasi peduli dan memiliki komitmen yang kuat untuk pelanggan.
  8. Kualitas: organisasi menawarkan produk dan layanan berkualitas tinggi.
  9. Keandalan: organisasi berdiri di belakang produk dan layanannya, dan menyediakan layanan yang konsisten.
  10. Daya tarik emosional: itu adalah sebuah organisasi saya merasa baik tentang, jenis, dan menyenangkan.

Komponen tambahan yang ditemukan termasuk : diferensiasi, existence dan kualitas komunikasi.

Berbagai Organisasi membangun reputasi mereka melalui sejumlah cara untuk meningkatkan profitabilitas dan membangun diri di pasar dengan:

  1. Membangun kepercayaan – Menjaga kata dan tindakan, apakah Anda perduli dalam memberikan layanan, membayar vendor ketika mereka jatuh tempo, dan menepati janji kepada pelanggan. Ini akan membantu memperkuat dan membangun kredibilitas dengan pelanggan.
  1. Jadilah responsif – Menjawab email segera, membiarkan pelanggan tahu pentingnya mereka bagi Anda dan organisasi Anda.
  1. Mengatasi kesalahan– Jangan membuat alasan atau tempat menyalahkan pelanggan jika masalah itu adalah kesalahan Anda atau perusahaan. Pelanggan yang marah sekalipun bisa berbalik menjadi mitra jika Anda membuat upaya untuk mengatasi kesalahan secepat mungkin.
  1. Nilai penawaran – Menawarkan pelayanan gratis kepada pelanggan setia dengan memperhatikan detail dan preferensi pelanggan anda bisa membangun reputasi perusahaan di pasar.
  1. Peka terhadap privasi – Dengan maraknya pencurian identitas merajalela dan hacking, maka sensitif /peka terhadap informasi keuangan menjadi lebih penting daripada sebelumnya.
  1. Menjadi cerdas dalam teknologi – Menunjukkan kemahiran dalam teknologi dapat menambah reputasi perusahaan dan sangat penting karena dianggap sebagai bisnis yang kompeten dan mampu. Komputer, perangkat lunak, pesan suara, website, dan situs media sosial harus terus up to date.
  1. Berkomunikasi secara efektif dan transparan – Correspondence seperti surat, email, pesan suara dan metode komunikasi lainnya harus langsung dan to the point. Gunakan ejaan dan tata bahasa yang jelas dan jangan lupa selalu meninggalkan informasi kontak perusahaan seperti nama lengkap, alamat, telepon, fax, URL website, nomor bebas pulsa, jam dan informasi penting lainnya – yang perlu ditampilkan di lokasi yang menonjol.
  1. Menjaga website dipoles dan terlihat profesional – Memiliki online informasi ter-up-to-date, website profesional mutlak dan penting saat ini, terlepas dari jenis atau ukuran bisnis.
  1. Layanan masyarakat – Kedermawanan dapat membangun reputasi organisasi Anda. Pelayanan masyarakat memberikan layanan pro bono atau menyumbangkan uang, waktu atau makanan untuk sebuah event atau acara penggalangan dana menjadi hal penting dilakukan.
  1. Mempertahankan reputasi perusahaan melalui media social – sambil mendidik pemangku kepentingan di internal Perusahaan, agar menjadikan mereka menyadari nilai-nilai internal perusahaan dan pesan kunci yang perlu disampaikan satu suara dengan konsisten. 

Adapun hal-hal internal yang penting dalam membangun reputasi business adalah

  1. Menugaskan tanggung jawab – Sebagai pemimpin bisnis, Anda harus mempercayai seseorang memiliki kemampuan untuk menjadi “wajah” organisasi pada situs jejaring sosial. Memilih seseorang yang akan memiliki waktu untuk mendedikasikan menuju memperbarui dan memelihara situs jejaring sosial serta menanggapi pertanyaan pelanggan atau keluhan pelanggan.
  1. Menjaga setiap divisi dan semua anggota staf menyadari satu sama lain sehingga pesan yang akan disebarkan konsisten dengan misi dan “suara” dari perusahaan.
  1. Responsif di saat krisis – Respond baik negatif atau positif – tentang perusahaan Anda melalui kepemilikan situs media sosial Anda bisa mengelola percakapan dengan cepat, ke arah membangun reputasi positif bagi organisasi Anda.
  1. Membangun reputasi online Anda – Ketika calon pelanggan mencari online untuk nama perusahaan Anda, bisnis Anda harus berada di halaman pertama. Kehadiran online yang kuat sangat penting bagi suatu organisasi untuk membangun merek dan mempertahankan reputasinya.
  1. Memonitor percakapan – Bad word-of- mouth, kurangnya respon terhadap krisis, dan kurangnya transparansi cepat dapat memusnahkan reputasi perusahaan, sehingga sangat penting bahwa pemilik bisnis teguh dalam mempertahankan goodwill kepada stakeholder mereka.

Demikian semoga article ini bermanfaat, tinggalkan pesan dan comment anda untuk hal ini melalui email contact@smeindonesia.org

Comments

comments