Mengapa Start-Up Gagal?

Mengapa Start-Up Gagal?

1172

80 persen start up di Amerika Serikat mengalami kegagalan, bahkan setelah mendapat dana dari investor. Berikut alasan yang membuat sejumlah founder menyerah dengan start-up nya.

1. Pasar

Ide yang bagus saja tidak cukup untuk membuat start up berhasil, pasar merupakan hal utama yang membuat start up bertahan. “Ide bagus, tapi tidak dapat menjawab kebutuhan pasar, tidak memiliki nilai. Besar atau kecilnya pasar, sangat menentukan penyandang dana untuk berinvestasi. “Investor akan masuk jika pasarnya besar”.

2. Team

Team yang solid merupakan kunci sukses start up. Banyak start up yang gagal justru karena para founder. “Kebanyakan kegagalan start up karena ada pertengkaran antara founder disebabkan beda idealisme atau visi”. Budaya saling menghargai diantara Team Founder merupakan modal utama. Masing-masing founder harus memiliki keahlian dan peran yang berbeda. Pilih Team yang memiliki jam terbang dan kemampuan yang baik dan jangan memilih Team karena teman atau saudara, tapi karena memang berkualitas.

shutterstock_failure

3. Binis Model & Eksekusi

Banyak start up yang tidak memiliki model bisnis yang jelas. Mereka kebanyakan lebih fokus untuk mencari dana terlebih dahulu. Start up yang bisnis modelnya tidak jelas, berdasarkan hobi atau meng-copy dari luar negeri, belum tentu sesuai dengan kebutuhan Pasar. Jadi pastikan business model jelas dan teruji. Kebanyakan start up juga menggampangkan pelaksanaan, banyak dari mereka kehabisan uang setelah mendapat pendanaan karena tidak tau cara mengelolanya dengan baik.

Demikian 3 alasan yang banyak terjadi. Mendirikan start up sebaiknya memiliki konten local, Start up berkonten lokal akan lebih banyak mendatangkan konsumen. Dan yang terpenting para founder harus memiliki kemampuan mengembangkan jaringan (networking).

Source : SME INDONESIA

 

Comments

comments