Pemberdayaan Ekonomi Perempuan UKM / SME sebagai Investasi Strategis dan Penggerak Perekonomian...

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan UKM / SME sebagai Investasi Strategis dan Penggerak Perekonomian Indonesia

1379

JAKARTA – Di usianya yang ke-40, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) akan menggelar musyawarah nasional (Munas) ke-8 pekan depan di Ancol, Jakarta.

Munas IWAPI ke-8 tanggal 16-18 September di Hotel Discovery, Ancol,” merupakan kegiatan munas yang akan dihadiri 1.500 pengusaha wanita dari 32 provinsi di Tanah Air. Agenda Munas di antaranya perubahan dan pembentukan AD/ART sesuai kondisi terkini.

image003“Perubahan dan pembentukan AD / ART sesuai kondisi saat ini dan sesuai dengan Kadin, karena kita anggota luar biasa Kadin,” tegas pemilik nama lengkap Dyah Anita Prihapsari ini.

Selain itu, akan ada evaluasi kerja selama lima tahun terakhir dan juga lima tahun kedepan. Terakhir, dilakukan pemilihan ketua umum organisasi pengusaha wanita tersebut.

“Evaluasi kerja lima tahun berjalan dan program lima tahun kedepan. Lalu pemilihan ketua umum. Kami akan juga lakukan beberapa seminar, pameran 75 stand, yang akan dibuka Bapak Wapres (Jusuf Kalla),” pungkasnya.

image005Munas yang bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Perempuan UKM sebagai Investasi Strategis dan Penggerak Perekonomian Indonesia” ini menjadi ajang bagi para pengusaha srikandi Indonesia untuk menyebarkan talenta kewirausahaan.

Ketua Panitia Munas Iwapi ke-8 Tatyana Sutara mengatakan, agenda Munas ini difokuskan dalam memilih ketua umum untuk periode lima tahun kedepan.

image007Selain itu, acara ini juga akan dimeriahkan dengan pameran UKM bertajuk Iwapi Expo yang akan memamerkan produk para anggota dari 30 provinsi.

“Sementara, Ketua Umum DPP Iwapi Nita Yudi menuturkan, Munas yang diadakan sejak 16-18 September 2015 ini berisi sejumlah agenda seperti program kerja dan merancang program kerja mendatang, serta pembahasan penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Iwapi.

image009“Di dalam Munas, kami akan mengevaluasi program kerja lima tahun terakhir dan merancang strategi program kerja lima tahun kedepan. Penyempurnaan AD/ART pun akan menjadi bahasan kami di dalam Munas ini,” tegas dia.

Menurutnya, saat ini perempuan pengusaha banyak yang bergerak di bidang kuliner, garmen, fashion, handicraft, kosmetik, spa, dan sebagainya. Bahkan, pelaku usaha mikro di Indonesia saat ini juga didominasi perempuan.

image011Di samping menjadi wadah organisasi bagi pengusaha perempuan, Iwapi turut memberikan pelatihan kepada kaum ibu yang belum menjadi pengusaha dan berminat menjadi pengusaha.

“Selama ini kami selalu memberikan pelatihan secara intensif kepada anggota, mengasah talenta kewirausahaan pada perempuan Indonesia agar mandiri secara ekonomi,” ungkap Nita.

Dia menyebutkan, saat ini jumlah UMKM di Indonesia sekitar 54 juta dengan hampir 50 persennya merupakan usaha mikro, dan sebanyak 60% dari pelaku usaha mikro tersebut adalah perempuan.

image013“Artinya apa? Perempuan sangat banyak berkontribusi untuk perekonomian Indonesia,” tandasnya.

Disamping itu, Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Nita Yudi mengatakan, akan mencermati pelambatan ekonomi pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-40 yang jatuh pada 16-18 September mendatang.

Menurutnya, saat ini para pengusaha UMKM yang dijalankan oleh para wanita membutuhkan pendampingan dalam menghadapi agar bisa bertahan, khususnya mengantisipasi terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Comments

comments