STANDARD EXPERT : Tanpa Adanya Standar, Sulit Bagi UKM Bersaing Secara Regional...

STANDARD EXPERT : Tanpa Adanya Standar, Sulit Bagi UKM Bersaing Secara Regional dan Internasional

337
Osman Arofat

SMEIndonesia.org – Osman Arofat sosok yang telah menggeluti 20 tahun  dunia pendidikan, Perguruan Tinggi dengan berbagai jabatan struktural dan fungsional dosen ini, telah banyak terlibat langsung dalam penerapan sistem dan standar pendidikan tinggi yang tidak dapat dilepaskan dari kompetensi, kualifikasi, sertifikasi, standardisasi, dan akreditasi.

Untuk ISO 9001, pada awalnya saya terlibat dalam penyusunan dan implementasi SMM ISO 9002: 1994, dan terus terlibat sebagai konsultan dalam penerapan perkembangan ISO 9001: 2000, 2008, sampai 2015 untuk produk barang dan jasa dengan berbagai kesepakatan internasional International Workshop. Agreement (IWA) 2 dan 4. Beliau juga banyak terlibat dalam beberapa penerapan ISO integrasi: manajemen mutu-lingkungan-keselamatan kerja (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001) dan banyak terlibat aktif dalam penyusunan skema kompetensi SKKNI pada Lembaga Sertifikasi Profesi.

Berikut pandangan sosok Bapak Osman Arofat terhadap peran standar dan sertifikasi dalam  meningkatkan daya saing UKM dan beberapa Q+A yang kami ajukan untuk mendengar lebih jauh  passion beliau dalam mengupayakan UKM agar bisa meningkatkan kualitas mutu usaha melalui ISO 9001 untuk UKM.

Standar dan sertifikasi merupakan kunci bagi daya saing UKM. Tanpa adanya standar, sulit bagi UKM untuk bersaing secara regional dan internasional. Dengan penerapan standar yang sama memungkinkan UKM bersaing dengan perusahan besar atau perusahaan asing. Selain itu, standar juga akan memudahkan dan memacu UKM untuk terus meningkatkan produk barang dan jasanya secara berkesinambungan.

Bagaimana Bapak melihat potensi peningkatan economic growth 2% dari UKM? Apa yang harus dilakukan untuk merealisasikan hal  ini khususnya melalui pendekatan standar dan sertifikasi secara  menyeluruh.

Secara umum, berdasarkan penelitian, banyak UKM yang tidak hirau dan tidak tahu bagaimana menerapkan standar yang cocok untuk usahanya. Selain itu, banyak UKM yang kurang baik dalam manajemennya. Dengan penerapan standar Sistem manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 yang bersifat generik, diharapkan UKM dapat meningkatkan produktivitasnya. Hal ini merupakan potensi positif dalam peningkatan economic growth sebesar 2%. Bagi UKM yang “mampu” apabila sudah menerapkan ISO 9001: 2015 dapat menyertifikasikan perusahaannya ke lembaga sertifikasi. Untuk yang belum memiliki anggaran untuk sertifikasi ISO, dapat mulai dengan penerapan SMM ISO 9001 dan mendeklarasikan penerapannya.

Bagaimana untuk bisa mengakses pelatihan standar ISO 9001 untuk UKM dan mendapatkan sertifikasinya, dampak apa yang diharapkan dari pengusaha UKM atas pelatihan standar dan sertifikasi ini ?

Untuk mengakses pengetahuan standar SMM ISO 9001  dapat dicari dimana-mana, termasuk di klinik standar SME (http://smeindonesia.org/standar-mutu-iso-9001-untuk-ukm/3204/). Untuk berlatih bersama, SME Indonesia dapat memfasilitasi pelatihan penerapan SMM ISO 9001: 2015. Untuk sertifikasi ISO 9001, dapat dicari lembaga sertifikasi sesuai kebutuhan dan sumber daya yang dimiliki, atau mencari peluang dari CSR perusahaan besar yang membantu UKM-UKM, terutama bagi UKM yang ingin mengikuti proses tender dan ekspor produknya ke luar negeri.

Dampak dari pelatihan adalah pemahaman dan kompetensi dalam menerapkan ISO untuk UKM. Banyak  manfaat dari penerapan ISO 9001 untuk UKM, berikut terdapat 10 testimoni UKM yang telah menerapkan SMM ISO 9001:

  • Membantu peningkatan kualitas barang dan jasa.
  • Membantu pertumbuhan, mengurangi biaya dan meningkatkan keuntungan bisnis.
  • Membuat bisnis memiliki keunggulan kompetitif.
  • Membuka pasar ekspor bagi produk dan jasa anda.
  • Membukakan pintu bagi pelanggan baru dan memperkuat bisnis yang sedang berjalan.
  • Membantu berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan besar.
  • Meningkatkan kredibilitas dan mejaga kepercayaan pelanggan.
  • Mempertajam proses bisnis dan meningkatkan efisiensi.
  • Memperkuat jurus pemasaran.
  • Membantu dalam mematuhi peraturan/perundangan.

Key message Bapak bagi para Pengusaha UKM untuk  meningkatkan ” MUTU” usahanya.

Peningkatan mutu tidak dapat dilepaskan dari penerapan standar dengan konsisten. Penerapan standar SMM ISO 9001 menggunakan pendekatan proses siklus: Plan – Do – Check – Act (PDCA)/ Rencanakan – Laksanakan – Periksa – Tingkatkan yang didasari 7 prinsip SMM: Fokus Pada Pelanggan, Kepemimpinan, Keterlibatan anggota, Pendekatan Proses, Peningkatan, Pengambilan Keputusan berdasarkan fakta, dan Manajemen Hubungan.

Dengan menerapkan SMM ISO 9001: 2015 akan membuat peningkatan mutu secara berkesinambungan menjadi suatu kebiasaan.

Demikian sekilas profile Bapak Osman Arofat sebagaisosok yang pastinya sangat dibutuhkan oleh banyak Pengusaha UKM di Indonesia, khsususnya untuk mengetahui lebih jauh bagaimana aplikasi standar mutu ISO 9001 bagi UKM sebaiknya diterapkan.

For further information email : contact@smeindonesia.org

Comments

comments